<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>2025</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/13162</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 10:44:21 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-06T10:44:21Z</dc:date>
<item>
<title>WARISAN KOLONIALISME DAN LUKA ABADI DI TANAH PARA NABI</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/13164</link>
<description>WARISAN KOLONIALISME DAN LUKA ABADI DI TANAH PARA NABI
Baskoro, Riski M
Para intelektual kritis, bersatulah! Kita semua melihat kekejaman rezim Zionis selama puluhan&#13;
tahun itu yang dilakukan terhadap bangsa Palestina yang tidak berdosa. Kita melihat berbagai&#13;
macam serangan ke pusat kesehatan, pendidikan dan tempat ibadah atas nama memburu kaum&#13;
radikal. Kita semua melihat bagaimana seluruh dunia di masa kini banyak yang mendukung&#13;
Palestina untuk menjadi negara berdaulat, tetapi itu semua masih angan-angan dan jalan yang&#13;
panjang jika warisan kolonialitas kekuasaan yang disebut Quijano masih hidup di dalam sistem&#13;
sosial kemasyarakatan kita. Dalam peta Palestina kita pun melihat wilayahnya semakin sempit,&#13;
karena penjajahan Zionis yang dilegalkan oleh Barat, kita dapat melihat dengan jelas&#13;
bagaimana eskalasi peperangan meningkat tiap harinya. Akan tetapi kita tidak melihat siapa&#13;
sebenarnya di balik itu semua. Kita tidak sadar, di balik terbunuhnya anak-anak Palestina ada&#13;
negara kolonial yang dahulu membuka ruang pertumpahan darah itu melalui deklarasi Balfour&#13;
di tahun 1917. Sepertinya merekalah yang juga harus bertanggung jawab atas kehancuran abadi&#13;
akibat perang di tanah para Nabi, Palestina. Tulisan ini membuka ruang dialog yang selama ini&#13;
terlihat tertutup juga tersembunyi dalam barisan perang antar manusia di tanah milik Palestina.&#13;
Sampai saat ini, kita hanya sibuk menunjukkan sikap dukungan dan mengarahkan telunjuk kita&#13;
serta menyalahkan semuanya ke rezim Zionis itu. Kita hanya berpikir tentang kejamnya rezim&#13;
Zionis, tetapi melupakan aktor yang membuka kisah pertumpahan darah itu di masa lampau.&#13;
Jejak kolonialisme masih terasa hingga hari ini, mereka mengatur kekuasaan dengan cara&#13;
pandangnya sendiri melalui jalur ilmu pengetahuan yang dianggap netral, dan kita yang berada&#13;
di Timur dipaksa mengikutinya.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/13164</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KETIKA MESIN BERKUASA: DEHUMANISASI DI RUANG KAPITALISME MEDIA DIGITAL</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/13163</link>
<description>KETIKA MESIN BERKUASA: DEHUMANISASI DI RUANG KAPITALISME MEDIA DIGITAL
Baskoro, Riski M
Seperti yang dilansir oleh Majalah New York Times (2023, 1 Mei) seorang tokoh utama yang&#13;
dianggap sebagai pelopor Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau disingkat AI) telah&#13;
mengundurkan diri dari perusahaan raksasa digital Google di awal tahun 2023. Geoffrey&#13;
Hinton, dialah sang godfather of AI yang telah berkontribusi selama satu dekade lamanya di&#13;
Google, mengambil langkah untuk pensiun dengan intensi agar lebih bebas dalam mengisahkan&#13;
tentang potensi bahaya AI di masa mendatang tanpa adanya intervesi dari perusahaan di mana&#13;
ia bekerja. Hinton percaya, AI jika tidak dikontrol oleh manusia akan memberikan dampak&#13;
paling buruk bagi sejarah peradaban umat manusia yang mungkin akibatnya sudah dirasakan&#13;
saat ini seperti penyebaran disinformasi yang dianggap sebagai kebenaran tanpa adanya proses&#13;
dari mimbar akademik. Hal ini dapat mengancam pekerjaan yang dilakoni oleh manusia di&#13;
sektor industri media karena akan tergantikan oleh AI atau yang lebih buruk lagi adalah&#13;
hilangnya eksistensi manusia.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/13163</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
