<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>2017</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/719</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 12:23:38 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-20T12:23:38Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISA KEGAGALAN POROS A001 MATERIAL S50C PADA SISTEM TRANSMISI MESIN FINE BORING</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/11428</link>
<description>ANALISA KEGAGALAN POROS A001 MATERIAL S50C PADA SISTEM TRANSMISI MESIN FINE BORING
SEPTIADI, RISKI
Analisa kegagalan yang disebabkan karena terjadinya kegagalan pada&#13;
poros sistem transmisi mesin fine boring dengan material poros berupa S50C&#13;
dengan standar JIS G 4051. Analisa kegagalan pada poros untuk mengetahui&#13;
penyebab dan proses terjadinya kegagalan dilakukan dengan pengamatan&#13;
makroskopik terhadap poros yang mengalami kegagalan, pengamatan&#13;
fraktografi pada bagian permukaan patahan, pengamatan struktur mikro pada&#13;
potongan poros, pengujian komposisi kimia terhadap material poros,&#13;
pengujian kekerasan dengan standar JIS Z 2255 pada area patahan, pengujian&#13;
tarik dengan standar JIS Z 2201 menggunakan spesiment yang diambil dari&#13;
spare part poros yang telah mengalami kegagalan. Pada komponen sistem&#13;
transmisi yang berupa roda gigi, bantalan dan pasak dilakukan perhitungan&#13;
mekanik untuk menganalisa desain dari komponen.&#13;
Dari pengamatan, pengujian dan perhitungan yang dilakukan&#13;
ditemukan awal terjadi patahan terdapat pada sudut dari rumah pasak&#13;
kemudian terjadi perambatan retakan sehingga terjadi patah. Patah yang&#13;
terjadi pada poros merupakan patah lelah dengan tipe patah ductile dimana&#13;
poros mengalami deformasi plastis sebelum terjadi retak, kemudian&#13;
dilanjutkan dengan mulai terjadinya awal retakan dan diteruskan dengan&#13;
perambatan retakan hingga terjadinya patah. Penyimpangan yang terjadi&#13;
berdasarkan perhitungan mekanik dari desain terdapat pada pasak dan rumah&#13;
pasak yang tidak sesuai tengan standar JIS B 1301- Key Slot untuk poros&#13;
dengan diameter 25 mm, sehingga terjadi kegagalan akibat konsentrasi&#13;
tegangan pada sudut rumah pasak.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/11428</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>RANCANG BANGUN dan REKAYASA CONTROL TEMPERATUR pada ALAT UJI SALT SPRAY CHAMBER</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/11426</link>
<description>RANCANG BANGUN dan REKAYASA CONTROL TEMPERATUR pada ALAT UJI SALT SPRAY CHAMBER
HARTO, AGUS SUBANDI
Salt spray test merupakan salah satu pengujian laju korosi dengan menggunakan larutan yang korosif dalam ruangan tertutup sehingga benda uji akan mengalami korosi dalam waktu yang lebih singkat. Diperlukan sistem kendali untuk mengontrol temperatur pada saturation tower dan salt spray chamber. PID dengan methode tuning Ziegler-Nichols digunakan pada perancangan alat salt spray chamber tersebut. Sistem ini dikendalikan oleh temperature control dengan mengolah sinyal input yang dihasilkan oleh sensor termokopel. Temperatur yang dikontrol pada saturation tower adalah 47 ℃±2 ℃ dan pada salt spray chamber adalah 35 ℃±2 ℃, mengacu pada standar ASTM B117-09. Dari hasil pengujian untuk saturation tower di dapat nilai Kp=2.0 , Ti=274 dan Td=56 dengan error steady state 1.915% , temperatur yang terkontrol adalah 46.7 ℃ ~ 47.9 ℃ dan untuk salt spray chamber di dapat nilai Kp=1.1, Ti=391 dan Td=82 dengan error steady state 0.571%, temperatur yang terkontrol adalah 34.8 ℃ ~ 35.2 ℃. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kendali yang dirancang mampu mengendalikan temperatur pada saturation tower dan pada salt spray chamber.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/11426</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>RANCANG BANGUN DAN PENENTUAN PARAMETER FLUIDA SERTA DIMENSI NOZZLE UNTUK MENDAPATKAN PENGABUTAN YANG OPTIMAL PADA ALAT UJI SALT SPRAY CHAMBER</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/11425</link>
<description>RANCANG BANGUN DAN PENENTUAN PARAMETER FLUIDA SERTA DIMENSI NOZZLE UNTUK MENDAPATKAN PENGABUTAN YANG OPTIMAL PADA ALAT UJI SALT SPRAY CHAMBER
WAHYUDI
Korosi mengakibatkan banyak kerugian dalam bidang industri. Akan tetapi proses terjadinya korosi tidak dapat dihindari karena berlangsung secara alamiah. Hal ini mendorong dilakukannya pengujian ketahanan material terhadap korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan perancangan alat uji korosi salt spray chamber sesuai dengan standar ASTM B 117-09 dan JIS Z 2371.&#13;
Salah satu metode pengujian ketahanan terhadap korosi adalah dengan alat uji salt spray chamber. Metode pengujian dengan salt spray chamber adalah metode pengujian dengan larutan yang korosif dalam suatu ruangan tertutup sehingga benda uji mengalami korosi dalam waktu yang lebih cepat. Komponen utama dari salt spray chamber adalah spray chamber, air saturated tower, salt solution tank, temperature controller, atomizer (nozzle spray) dan compressor. Prinsip kerja salt spray chamber adalah semprotan campuran udara dengan larutan garam melalui nozzle, dimana campuran terjadi di luar nozzle (external mix) dalam suatu ruangan tertutup (chamber). Udara yang digunakan diatur tekanan dan temperaturnya pada tangki saturasi. Penempatan larutan garam ditampung pada tangki larutan garam, selanjutnya dialirkan menuju reservoir. Temperatur chamber diatur untuk mendapatkan temperatur yang sesuai dengan standar acuan.&#13;
Dari perancangan alat uji salt spray chamber didapatkan spesifikasi standar acuan yaitu tekanan angin saturasi yang dipakai sebesar 0.8-1.2 bar pada temperatur 46-49°C. Semprotan nozzle yang dihasilkan adalah 1.0-1.5 ml pada luasan area 80 cm2 tiap jam. Sedangkan pada standar ASTM B 117-09, tekanan saturasi yang dipakai diantara 0.83-1.24 bar pada temperatur 46-49°C dan semprotan yang dihasilkan diantara 0.5-2.0 ml pada luasan area 80cm2 tiap jam.
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/11425</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERANCANGAN CLAMP WELDING POSITIONER UNTUK PROSES PENGELASAN KERANGKA SEMI SIDE TIPPER MENGGUNAKAN METODE VDI 2221 DAN ELEMEN HINGGA</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/821</link>
<description>PERANCANGAN CLAMP WELDING POSITIONER UNTUK PROSES PENGELASAN KERANGKA SEMI SIDE TIPPER MENGGUNAKAN METODE VDI 2221 DAN ELEMEN HINGGA
Prasetyo, Agung
Skripsi ini membahas mengenai kajian teoritis dan komputasional terkait dengan clamp welding positioner yang mengalami kendala dalam segi proses, karena beberapa komponen pada produk tidak dapat terpasang secara bersamaan atau dalam satu layout produksi. Untuk itu skripsi ini diberi nama “Perancangan Clamp Welding Positioner untuk Proses Pengelasan Kerangka Semi Side Tipper Menggunakan Metode VDI 2221 dan Elemen Hingga”. Yang bertujuan untuk menghasilkan clamp yang dapat membantu proses produksi atau manufaktur, terutama pada pemasangan komponen diarea sekitar clamp (hanger).dalam perancangan clamp welding positioner penulis menggunakan metode VDI 2221 sebagai panduan dalam proses konsep perancangan. VDI 2221 ialah metode pendekatan sistematik terhadap desain untuk suatu sistem teknik dan produk teknik (Systematic Approach to The Design of Technical System and Product) yang dibuat oleh persatuan insinyur jerman atau Verein Deutsher Ingenieure dan dipaparkan oleh G.Pahl dan W.Beitz [1]. Setelah melakukan perancangan kemudian dilakukan analisis menggunakan software Catia V5R21 untuk mengevaluasi desain tersebut. Dari hasil analisis tersebut menunjukan faktor keamanan/safety factor rata-rata &gt;1.25. Sehingga dapat dikatakan alat tersebut aman terhadap beban statis [2].
</description>
<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/821</guid>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
