<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>2021</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/8783</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 14:50:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-07T14:50:45Z</dc:date>
<item>
<title>MINIMASI WASTE PADA PROSES ELECTROPLATING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING DAN IMPROVEMENT DI PT MUI (STUDI KASUS: EMBLEM H-MARK 115)</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9264</link>
<description>MINIMASI WASTE PADA PROSES ELECTROPLATING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES DENGAN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING DAN IMPROVEMENT DI PT MUI (STUDI KASUS: EMBLEM H-MARK 115)
Yunita, Syafrina
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa manufaktur otomotif yang perkembangannya saat ini semakin ketat, PT MUI dituntut untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kinerja agar mampu tumbuh dan bersaing. PT MUI merupakan perusahaan yang melakukan proses pelapisan (electroplating) assesoris mobil. Dengan permintaan yang tinggi maka efisiensi proses sangat diperhatikan karena ketidakefisienan dapat memperlama waktu produksi (lead time) sehingga target produksi tidak tercapai dan akan berdampak terhadap keterlambatan pengiriman barang kepada pelanggan. Untuk meminimasi faktor-faktor penyebab ketidakefisienan proses maka dilakukan pendekatan lean manufacturing metode value stream mapping untuk mengidentifikasi pemborosan. Dua pemborosan dominan yang berpengaruh terhadap tingkat efisiensi berdasarkan hasil penelitian adalah waste defect dan waste waiting. Setelah itu dilakukan analisa akar penyebab masalah selanjutnya dilakukan perbaikan dengan metode kaizen. Perbaikan yang dilakukan berupa treatment pasa sistem supply air, cleaning mesin transporter, modifikasi kapasitas jig untuk menambah kuantitas yang sebelumnya 90 pcs per batch menjadi 144 pcs per batch. Setelah dilakukan perbaikan, maka level sigma untuk kategori waste defect mengalami kenaikan sebesar 0,42 dari 3,35 menjadi 3,77 dan penurunan total lead time sebanyak 95.189 detik dari 164.886 detik menjadi 69.677 detik, sehingga akan dapat meningkatkan process cycle efficiency (PCE) sebesar 6,74%.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9264</guid>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PROSES PEMBUATAN PART JOK MOBIL PADA WELDING SUB-ASSY DENGAN METODE PDCA DI PT. ADIKU</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9263</link>
<description>UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PROSES PEMBUATAN PART JOK MOBIL PADA WELDING SUB-ASSY DENGAN METODE PDCA DI PT. ADIKU
Prastiyo, Agus Dwi
Di era globalisasi setiap perusahaan dituntut untuk selalu dapat berkompetisi dengan para pesaingnya secara khusus dalam hal memasarkan suatu produk. Seperti halnya PT. ADIKU yang merupakan perusahaan dalam negeri yang bergerak di bidang precision metal parts, welding sub-assy, serta dies maker juga ikut andil dalam berkompetisi dengan para pesaingnya. Akan tetapi dalam perjalanananya terhadap nilai kualitas produk mengalami customer claim pada tahun 2019, yang dimana telah diterima keluhan dari pelanggan terkait kualitas produk sebanyak 2 klaim yang terjadi pada proses welding. Akibat dari claim tersebut perusahaan mengalami kerugian baik dari segi proses maupun kepercayaan pelanggan. Beranjak dari permasalah itu maka dibuatkan perbaikan dengan menerapkan metode PDCA sebagai alat perbaikan. Dari hasil yang didapatkan membawa dampak positif bagi perusahaan khususnya dapat menghilangkan NG klaim menjadi 0 (zero) dan peningkatan terhadap sumber daya.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9263</guid>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ASSESSMENT OF AGILITY MANUFACTURING DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS FLAVOR AND FRAGRANCE COMPANY: PT. X)</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9262</link>
<description>ASSESSMENT OF AGILITY MANUFACTURING DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS FLAVOR AND FRAGRANCE COMPANY: PT. X)
Hanif, Muhamad
Persaingan yang semakin ketat mampu merangsang pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan keunggulan produk maupun layanannya. Berdasarkan data yang dihimpun dari KPPU, selama rentang tahun 2005 hingga 2018 indeks persaingan bisnis di industri manufaktur konsisten mengalami peningkatan (0,36 - 0,42). Untuk dapat bersaing, maka suatu perusahaan dituntut menjadi perusahaan yang lincah (agile) dan cepat merespon perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria yang dapat memicu terjadinya Agility Manufacturing di sektor industri flavor and fragrance. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara kepada 3 orang Manager yang bekerja di PT. X. Proses Analisis data dilakukan dengan metode AHP dengan membuat matriks perbandingan berpasangan pada kriteria maupun subkriteria pemicu agility. Berdasarkan hasil Analisis terhadap 4 kriteria dan 13 subkriteria, semuanya memiliki nilai CR &lt; 0,1 (data konsisten) dengan bobot kriteria tertinggi yaitu Finansial (0,4029) dan bobot akhir subkriteria tertinggi yaitu Business Revenue (0,1422). Analisis kemudian dilanjutkan dengan melakukan assessment Agility Manufacture dengan melakukan penilaian dan skoring pada indikator dari masing-masing subkriteria. Dari 20 indikator yang dinilai, terdapat 3 indikator yang tidak memenuhi standar penilaian karena mendapat skor dibawah 10. Namun secara keseluruhan penilaian, PT. X sendiri termasuk ke dalam perusahaan yang Extremely Agile dengan rata-rata skor penilaian 9,2.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9262</guid>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGURANGAN DEFECT PADA MOBIL MAINAN MENGGUNAKAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA (DMAIC)  DI PERUSAHAAN TOY MANUFACTURING INDONESIA</title>
<link>http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9261</link>
<description>PENGURANGAN DEFECT PADA MOBIL MAINAN MENGGUNAKAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA (DMAIC)  DI PERUSAHAAN TOY MANUFACTURING INDONESIA
Deslina, Merry
Projek ini membahas tentang bagaimana cara mengurangi defect pada perusahaan toy manufacturing dan sudah dilakukan berdasarkan defect terbanyak Saat ini, peel off paint adalah kontributor defect yang tertinggi di area ESP. Karena itu, projek ini untuk mengurangi defect yang terjadi. Metode yang digunakan adalah dengan mengimplementasikan metode six sigma yang merupakan metode DMAIC. Hasil penelitian menunjukkan, pada bulan September hingga Desember 2020 masih terdapat 465978 unit defect yang ditemukan dari 1,563,2978 unit produksi yang telah dihasilkan dengan persentase kecacatan sebesar 26,4%. Hal ini tersebut berimbas pada nilai DPMO (defect per million unit), yaitu sebesar 29,079 yang merujuk pada level sigma 3.4, yaitu ada pada tingkat level cukup kompetitif untuk bersaing. Berdasarkan data tersebut dilakukan rencana perbaikan secara menyeluruh untuk meningkatkan nilai sigma tersebut dengan cara mendefinisikan permasalahan yang terjadi. Dan yang memberikan preventif perbaikan, setelah teranalisa potensi penyebab defect tersebut maka hasil usulan perbaikan pun dilakukan dengan perbaikan yang dirangkum di 5W+1H. Setelah melaksanakan tindakan korektif, hasil menunjukkan bahwa proporsi defect disebabkan oleh peel off berkurang hingga 23,2%.
</description>
<pubDate>Fri, 01 Jan 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.president.ac.id/xmlui/handle/123456789/9261</guid>
<dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
