Abstract:
Sistem Energi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang paling potensial untuk dikembangkan di Indonesia, mengingat letak geografis yang berada di garis khatulistiwa dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi sepanjang tahun. Namun demikian, sistem panel surya konvensional dengan posisi tetap (fixed) memiliki keterbatasan dalam menangkap energi matahari secara optimal karena sudut datang cahaya berubah-ubah seiring waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem solar tracking hybrid dua sumbu yang dapat beroperasi dalam mode otomatis maupun manual berdasarkan pergerakan matahari dan perubahan waktu. Perancangan sistem ini menggunakan sensor LDR untuk mendeteksi intensitas cahaya dan dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino yang mengatur posisi vertikal dan horizontal panel surya melalui dua buah servo motor. Penelitian ini juga melakukan pengujian terhadap tiga mode operasi, yaitu mode Auto, Manual, dan Fixed, pada kondisi cuaca cerah dan mendung dalam hari yang sama. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem solar tracking hybrid mampu meningkatkan daya yang dihasilkan panel surya secara signifikan. Nilai Relative Performance Index (RPI) pada mode Auto dan Manual mencapai rata-rata 76,59%, sedangkan pada mode Fixed hanya 60,11%, sehingga terdapat selisih efisiensi sekitar 16,48%. Temuan ini membuktikan bahwa sistem pelacakan arah matahari dua sumbu mampu memaksimalkan penyerapan energi surya sepanjang hari, terutama pada pagi dan sore hari ketika sudut datang matahari menyamping. Dengan efisiensi dan fleksibilitas yang ditawarkan, sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi yang aplikatif dalam optimalisasi penggunaan panel surya.