Abstract:
PT. HIJ merupakan perusahaan dies manufacturing yang menyediakan jasa
pembuatan dies, jigs dan fixtures, parts stamping serta subassembly welding untuk
industri otomotif. Perusahaan menghadapi masalah rendahnya nilai Overall
Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin stamping area B sebesar 78.29%, di
bawah target perusahaan 80%. Masalah utama terletak pada tingginya downtime
loss yang didominasi waktu setup, menyebabkan rendahnya OEE. Penelitian
bertujuan untuk menganalisis peningkatan nilai OEE melalui implementasi
metodologi Single Minute Exchange of Dies (SMED) dan 5S untuk mencapai target
perusahaan sebesar 80%. Metode observasi langsung digunakan untuk mengamati
alur kerja setup die changeover yang berkontribusi pada tingginya waktu setup.
Pendekatan SMED dan 5S diterapkan untuk menentukan aktivitas internal dan
eksternal setup serta mengeliminasi waste operasional. Melalui implementasi
SMED dan 5S berhasil mengurangi waktu setup dari 29 menit menjadi 20 menit,
dengan aktivitas setup internal turun dari 20.4 menit menjadi 14.4 menit (penurunan
29.41%) dan aktivitas setup eksternal dari 8.6 menit menjadi 5.6 menit (penurunan
34.88%). Secara keseluruhan, terjadi peningkatan efisiensi waktu setup sebesar
31.03% atau penghematan 9 menit per changeover. Nilai OEE meningkat
signifikan dari 78.29% menjadi 84.50%, dengan komponen availability naik dari
80.30% menjadi 88.96% sebagai dampak langsung dari pengurangan downtime loss
dari 60 jam menjadi 37.61 jam (penurunan 37.31%).