Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan PT XYZ untuk menekan
biaya tenaga kerja akibat persaingan yang semakin ketat serta tingginya biaya
produksi. Permasalahan utama yang dikaji adalah kelayakan investasi teknologi
otomatisasi pada periode 2022–2024 melalui evaluasi manfaat finansial dan risiko
yang mungkin timbul. Penelitian ini bertujuan memberikan dasar pertimbangan
strategis bagi perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi dengan
menggunakan tiga asumsi perhitungan, yaitu skenario A (data asumsi perusahaan),
hybrid assumption dengan loan, dan hybrid assumption dengan cash. Metode yang
digunakan berupa studi kasus pada dua sampai tiga proyek setiap tahunnya dengan
pendekatan analisis finansial melalui indikator Net Present Value (NPV), Internal
Rate of Return (IRR), Payback Periode, serta uji sensitivitas. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa seluruh skenario menghasilkan NPV positif, IRR di bawah
Weighted Average Cost of Capital (WACC), dan Payback Period di bawah lima
tahun, yang sesuai dengan teori kelayakan investasi serta mengindikasikan bahwa
proyek dinilai Layak dijalankan. Meskipun demikian, penelitian ini masih memiliki
ruang untuk pengembangan lebih lanjut, khususnya dengan memperluas variasi
data dan mempertimbangkan faktor eksternal agar hasil yang diperoleh dapat
semakin memperkuat validitas temuan