| dc.description.abstract |
Pelatihan karyawan baru merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan bekerja dalam sebuah perusahaan. Tuntutan dunia bisnis yang semakin meningkat mengharuskan perusahaan melatih karyawan baru dengan pelatihan yang efektif. Pelatihan karyawan baru di PT. Enkei Indonesia dianggap belum berhasil karena nilai rata – rata hasil evaluasi yang rendah. Pelatihan yang efektif memerlukan peran komunikasi verbal dan non verbal yang bekerja sama di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik komunikasi non verbal yang ada pada pelatihan karyawan baru PT. Enkei Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan informan yaitu dua orang pelatih dan dua orang peserta pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwa ketika proses belajar mengajar berlangsung menunjukan bahwa dalam prosesnya baik secara sadar maupun tidak sadar komunikasi non verbal yang dilakukan, berbeda – beda pada setiap pelatih. Pada pelatih yang pertama, komunikasi non verbal yang muncul adalah isyarat tangan, volume suara pelan, kecepatan bicara terlalu cepat, penampilan standar perusahaan, mengajar di kelas dengan duduk dan diam di tempat, sedangkan pada pelatih yang kedua, komunikasi non verbal yang muncul adalah isyarat tangan, ekspresi wajah ceria, postur tubuh berdiri, volume suara tinggi, kecepatan bicara standar, penampilan standar perusahaan, mengajar di kelas dengan berdiri, dan jalan mengelilingi setengah area ruangan kelas. |
en_US |