Abstract:
PT. Puradelta Lestari mengelola kawasan industri Cikarang dengan fasilitas
pemrosesan air limbah (WWTP). Parameter amonia (NH3) merupakan indikator
kualitas air limbah diuji dalam Laboratorium quality control. Namun, ketidaksesuaian sering terjadi selama proses verifikasi amonia. Berdasarkan data
dari Juni 2025, dari 60 kali verifikasi tercatat 24 ketidaksesuaian atau sebesar 40%. Ini menyebabkan overprocessing, pemborosan bahan kimia, waktu kerja analis
meningkat, dan biaya operasional meningkat hingga Rp 6.689.746,00 per bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi ketidaksesuaian tersebut melalui
pendekatan PDCA, yang didukung oleh root cause analysis dengan menggunakan
fishbone diagram dan why - why analysis. Hasil analisis menunjukkan beberapa
faktor penyebab: ketidaktelitian analis saat pemipetan, prosedur prosedur
verifikasi yang belum rinci, umur simpan dan suhu larutan standar yang tidak
jelas, dan peralatan laboratorium yang tidak dirawat dengan baik. Perbaikan
dilakukan dengan menunjuk pembimbing teknis pemipetan, menetapkan umur
simpan dan suhu larutan standar, membuat jadwal perawatan alat destilasi, dan
menyediakan kartu inspeksi pipet, membuat jadwal evaluasi SOP. Menurut
evaluasi kinerja dengan indikator QCDSMEP, penerapan PDCA menurunkan
tingkat ketidaksesuaian dari 24 ketidaksesuian (40 %) menjadi 2 ketidaksesuian
(3,3%). Akibatnya, biaya operasional turun menjadi Rp 3.795.717,50 per bulan, menunjukkan efisiensi 43,79%.