Abstract:
Alvara Research Center mencatat generasi Z memiliki tingkat kecemasan tertinggi
dibandingkan generasi sebelumnya. Kecemasan pada usia awal 20 tahunan menandakan
hadirnya quarter life crisis, yaitu fase kehidupan manusia yang dipenuhi dengan
ketidakpastian dan kekhawatiran akan masa depan. Orang tua memegang peran penting
dalam memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman untuk anaknya. Namun, orang tua justru
menjadi sumber tekanan terbesar bagi anaknya yang akhirnya menjadi faktor kecemasan itu
sendiri hadir. Maka, tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola komunikasi keluarga yang
terjadi antara orang tua dan anak generasi Z dalam menghadapi quarter life crisis. Penelitian
kualitatif ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode studi kasus. Peneliti
menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan partisipan yang akan
diwawancarai. Hasil penelitian menunjukan bahwa tipe keluarga yang sama dapat
menerapkan pola komunikasi keluarga yang berbeda. Selain itu, peran komunikasi yang
diterapkan oleh ayah dan ibu dalam suatu keluarga dapat menunjukkan perbedaan tingkat
orientasi konformitas dan percakapan. Perbedaan ini kemudian menghasilkan pola
komunikasi yang unik dengan karakteristik tersendiri di setiap keluarga sehingga setiap
keluarga menyikapi quarter life crisis anak generasi Z dengan cara yang berbeda pula.