Abstract:
Skenario memiliki fungsi utama sebagai media untuk menuangkan ide
cerita sekaligus menjadi acuan dalam proses produksi film. Pada dasarnya,
skenario merupakan susunan adegan yang membentuk struktur naratif dan
disajikan melalui medium sinema. Agar penyampaian cerita dapat berjalan secara
sistematis, logis, dan mudah dipahami, diperlukan penerapan teori struktur dalam
penyusunannya.
Dalam penelitian ini, penulis menyusun skenario film panjang berjudul
“Friendsh*t”, dimulai dari tahap eksplorasi ide hingga menghasilkan skenario
yang utuh dan terstruktur. Penulis menggunakan teori plot subplot sebagai
landasan utama, dengan mengacu pada pemikiran James Scott Bell (2005) dalam
Plot & Structure serta Julie L. Spencer (2023) dalam How to Write a Romantic
Subplot. Penerapan teori ini bertujuan untuk menghasilkan alur cerita yang
koheren, rapi, dan dinamis, serta menghadirkan lapisan dramatik yang mampu
memperkaya narasi.
Skenario “Friendsh*t” berfokus pada tema persahabatan yang penuh
kompleksitas emosional dan dinamika hubungan antar tokoh. Untuk memperkuat
struktur dramatik, penulis menghadirkan subplot romantis sebagai penunjang
perkembangan karakter utama, serta subplot cermin (mirror subplot) yang
berfungsi sebagai refleksi dari konflik utama guna mempertegas tema cerita.
Kehadiran kedua subplot tersebut tidak hanya memperkaya jalan cerita, tetapi juga
memperkuat keterhubungan emosional antara penonton dengan tokoh-tokoh
dalam film.
Dengan demikian, penerapan teori plot subplot dalam skenario ini
memungkinkan penyusunan cerita yang lebih sistematis, memberikan
kesinambungan dramatik pada setiap tahap narasi, serta menegaskan pesan utama
yang ingin disampaikan melalui karya film panjang berjudul “Friendsh*t”.