| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) menonton dan alur
cerita serial animasi Detective Conan terhadap kemampuan berpikir sistematis pada generasi muda.
Fenomena FoMO dipandang sebagai motivasi eksternal yang mendorong individu untuk terus
mengikuti perkembangan cerita, sedangkan alur cerita yang kompleks dan logis dianggap mampu
menstimulasi proses kognitif yang mendukung penalaran deduktif. Metode penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Data diperoleh dari 198 responden
yang merupakan anggota komunitas penggemar Detective Conan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa FoMO menonton tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kemampuan berpikir
sistematis, dengan kontribusi sebesar 16,6%. Sebaliknya, alur cerita berpengaruh signifikan dengan
kontribusi sebesar 87,5%. Uji simultan memperlihatkan bahwa FoMO dan alur cerita secara bersama-
sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir sistematis dengan nilai F
sebesar 67,126 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa meskipun FoMO tidak
berperan langsung dalam peningkatan kemampuan berpikir sistematis, keberadaannya dapat
memperkuat keterlibatan penonton sehingga semakin terpapar pada pola deduksi logis yang disajikan
dalam alur cerita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media hiburan populer seperti Detective Conan
dapat menjadi sarana pembelajaran informal yang menstimulasi keterampilan berpikir sistematis,
apabila dikonsumsi dengan kesadaran kritis. |
en_US |