Abstract:
Generasi Z, yang kini mencakup 40% dari total pekerja, dikenal mandiri dan
mencari pekerjaan sesuai dengan minat serta nilai pribadi, menuntut perusahaan
untuk lebih adaptif. Fenomena unjuk rasa buruh di kawasan Jababeka merupakan
studi kasus penting yang menunjukkan ketidakpuasan karyawan, dimana
memengaruhi psikologis karyawan lain serta mengubah persepsi mereka terhadap
keamanan kerja dan keadilan perusahaan. Penelitian ini mengkaji pengaruh
pengembangan karier, intensi turnover dan budaya organisasi terhadap kepuasan
kerja Generasi Z di Jababeka. Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif dan menggunakan skala Likert sebagai alat penelitian
kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive
sampling. Objek yang digunakan adalah karyawan generasi Z di Jababeka dengan
total sampel 143 responden. Penelitian ini menggunakan analisis data Statistical
Product and Service Solution (SPSS) yang didukung dengan software IBM SPSS
versi 25. Dengan analisis regresi linear berganda, studi ini menemukan bahwa
Pengembangan Karier dan Budaya Organisasi secara parsial berpengaruh positif
dan signifikan terhadap kepuasan kerja Generasi Z. Namun, Intensi Turnover
secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Meskipun
demikian, ketiga variabel ini secara simultan memiliki pengaruh positif dan
signifkan terhadap Kepuasan Kerja Generasi Z. Hasil penelitian ini
merekomendasikan perusahaan di Jababeka untuk memprioritaskan program
pengembangan karier yang terstruktur, tetap waspada terhadap faktor pemicu
turnover Generasi Z, dan memperkuat budaya organisasi yang inklusif.
Pendekatan terpadu dalam mengelola ketiga elemen ini diperlukan untuk
menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan kerja Generasi Z.