Abstract:
Tanpa pengetahuan literasi digital yang memadai, siswa SMP rentan terpapar konten negatif, tren
yang tidak sehat, dan berita bohong yang beredar di dunia digital. Dampak negatif yang akan di alami
oleh siswa seperti menjadi siswa/i yang mudah terkena berita hoaks atau mudah di manipulasi,
terancamnya karakter dan masa depan siswa/i, kecanduan digital sehingga hilangnya interaksi secara
langsung. Maka dari itu siswa/i SMP harus memiliki pengetahuan akan Literasi Digital. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemahaman budaya digitl, pemahaman perilaku toxic
berinternet, algoritma internet terhadap pemahaman literasi digital. Populasi yang digunakan pada
penelitian ini adalah seluruh siswa SMP X. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian kuantitatif
dengan menerapkan metode quasi eksperimen. Dalam penelitian ini peneliti memiliki 3 variabel bebas
(IV) dan 1 variabel terikat (DV). “Memahami Budaya Digital” (X1), “Memahami Perilaku Internet Toxic”
(X2), dan “Memahami Algoritma Internet” (X3) sebagai variabel bebas dan variabel terikatnya adalah
“Pemahaman Literasi Digital” (Y1). Metode pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada
seluruh siswa SMP X setelah pelatihan pemahaman literasi digital. Terdapat 270 responden dengan skala
umur 12-15 tahun. Didapatkan hasil uji realibitas untuk data kuesioner budaya digital sebesar 0,649,
perilaku toxic berinternet sebesar 0,699, algoritma internet sebesar 0,844. Data dianalisis menggunakan
uji kualitas data, uji asumsi klasik(uji normalitas, uji multikolinearitas, serta uji heteroskedasitas) dan uji
paired simple t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 variabel yang memiliki pengaruh
signifikan yaitu pemahaman perilaku toxic berinternet, dan pemahaman algoritma internet pada
pelatihan pemahaman literasi digital. Selain itu terdapat satu variabel yang memiliki korelasi negatif
yaitu pemahaman algoritma internet terhadap pemahaman literasi digital.