Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan portfolio dengan hasil yang optimal dan untuk
mengetahui komparasi kinerja portfolio optimal dari indeks papan utama dan indeks papan
pengembangan dengan menggunakan metode Single Index Model. Perlunya literasi keuangan
dan pengaplikasian dalam dunia nyata yaitu agar market berkembang pesat dan jumlah
investor bertambah banyak, dimana ketika Covid-19 membuat turunnya semua sektor dan
hanya sektor kesehatan yang berkembang pesat, risiko market yang turun hingga 32,95%
dalam waktu tiga bulan membuat investor mengalami unrialized loss hingga realized loss
maka perlunya investor dalam membangun portfolio yang optimal. Sampel yang dipakai pada
penelitian ini adalah purposive sampling dengan data sekunder pada periode tahun 2017-2021.
Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat sepuluh saham yang menjadi saham pembentuk
portfolio optimal, dengan masing-masing skala anggaran : BYAN (10.63%), AMRT (15.05%),
BBCA (25.66%), BBRI (4.34%) dimana empat dari papan utama dengan return harapan
sebesar 2,18% dan risiko yang harus ditempuh oleh investor sebesar 0,89%, sedangkan enam
dari papan pengembangan dengan masing-masing skala anggaran : IMPC (33.09%), CASA
(4.53%), ARTO (2.76%), BBHI (4.05%), SUPR (5.20%), TPIA (2.52%) dan dengan return
harapan sebesar 1,54% serta risiko 2,16%.