Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan lingkungan
kerja terhadap gangguan kesehatan dengan kelelahan sebagai variabel mediasi pada
pekerja perusahaan manufaktur di kawasan industri Kabupaten Bekasi. Latar
belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya intensitas pekerjaan serta kondisi
lingkungan kerja yang belum sepenuhnya mendukung aspek keselamatan dan
kesehatan kerja, sehingga berpotensi menimbulkan kelelahan dan gangguan
kesehatan jangka panjang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif
dengan metode survei, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup
dari 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis
data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling dengan
pendekatan Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS
versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh
signifikan terhadap kelelahan, tetapi berpengaruh signifikan terhadap gangguan
kesehatan. Lingkungan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kelelahan
dan gangguan kesehatan. Namun, kelelahan tidak berpengaruh signifikan terhadap
gangguan kesehatan, dan tidak memediasi hubungan antara beban kerja maupun
lingkungan kerja terhadap gangguan kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa
perbaikan langsung pada lingkungan kerja lebih penting daripada pengelolaan
kelelahan sebagai perantara. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap
pengembangan teori Job Demands–Resources (JD-R) dan implikasi praktis bagi
manajemen sumber daya manusia dalam upaya menciptakan kondisi kerja yang
sehat, ergonomis, dan produktif di sektor industri manufaktur.