Abstract:
Penelitian ini mengkaji secara mendalam bagaimana kinerja karyawan Generasi Z
di kawasan Jababeka, Cikarang, dipengaruhi oleh faktor penghargaan, motivasi,
lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan. Dengan menggunakan teknik purposive
sampling yang terarah serta analisis PLS-SEM, survei dilakukan terhadap seratus
responden Generasi Z yang berasal dari sektor industri maupun jasa. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa motivasi tidak memberikan pengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan, sedangkan penghargaan, lingkungan kerja, dan gaya
kepemimpinan terbukti memiliki pengaruh positif yang nyata. Variabel independen
mampu menjelaskan sebesar 59,3% variasi kinerja, yang tercermin dari nilai
koefisien determinasi (R2) sebesar 0,593. Nilai efek terbesar (F2) ditemukan pada
variabel lingkungan kerja sebesar 0,282, diikuti oleh penghargaan sebesar 0,198,
dan gaya kepemimpinan sebesar 0,055. Peningkatan produktivitas kerja dapat
dicapai melalui lingkungan yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta hubungan
kerja yang harmonis dan saling mendukung di tempat kerja. Gaya kepemimpinan
partisipatif, yang ditandai dengan arahan yang jelas, komunikasi yang efektif, serta
dukungan dari atasan, mendorong kedisiplinan dan semangat kerja karyawan,
sedangkan penghargaan yang diberikan secara jelas dan adil mampu memacu
produktivitas, motivasi, dan loyalitas. Sementara itu, motivasi tidak menunjukkan
pengaruh signifikan, kemungkinan besar disebabkan oleh belum adanya sistem
pemberdayaan dan insentif yang disesuaikan dengan karakteristik unik Generasi Z
pada era kerja modern. Temuan ini menegaskan pentingnya merancang sistem
penghargaan berbasis kinerja yang terukur, menciptakan lingkungan kerja yang
benar-benar mendukung Generasi Z, serta mengadopsi gaya kepemimpinan inklusif
untuk meningkatkan retensi, keterlibatan, dan produktivitas karyawan secara
berkelanjutan.